Jangan Biarkan Beratnya Dipikul Sendiri oleh Sekolah???



Jangan Biarkan Beratnya Dipikul Sendiri oleh Sekolah???
(Sebuah Tulisan, Menampik Isu Yang beredar di Masyarakat)

Pada hari senin 11 Desember 2017, MA Al-Wasilah di datangi oleh beberapa orang, menanyakan tentang kebenaran pembayaran terhadap siswa untuk kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Sebelumnya telah diadakan rapat tertutup dengan guru terkait dengan program rutin tahunan (Maulid Nabi Muhammad SAW). Hasil rapat diputuskan bersama untuk meminta partisipasi warga sekolah untuk memberikan sumbangsihnya dalam kegiatan tersebut.

Warga sekolah baik itu guru maupun siswa diminta kesediaannya untuk berinfak, disebabkan karena keterbatasan dana yang dimiliki oleh sekolah. Memang disetiap tahunnya dilakukan hal seperti ini, sebagai wujud kecintaan terhadap sekolah dan sebagai bagian partisipasi warga sekolah dalam pelaksanaan kegiatan tahunan tersebut. Nominalnya bergantung pada kas sekolah, tetapi setiap tahun memang sumbangan dari warga sekolah ada untuk kegiatan Maulid Nabi SAW.
Sumbangan yang diberikan oleh warga sekolah diperuntukkan kembali kepada warga sekolah yang hadir dalam kegiatan itu. Tidak sepeserpun diselewengkan untuk kepentingan pribadi. Memang terkadang  terjadi kekeliruan dalam memahami hal ini, seperti sumbangan atau partisipasi personal atau infaq terkadang dimaknai keliru sehingga kesannya seolah-olah pembayaran. Secara fisik mungkin bisa saja sama, namun hakikatnya berbeda.

Jika bisa ditimbang, apa yang warga sekolah berikan kepada sekolah itu tidak seberapa besarnya dari apa yang sekolah telah berikan kepada warganya. Inilah budaya asli Indonesia, senantiasa bergotong royong dalam menyelesaikan masalah. Bukankah telah terpatri dalam benak kita bahwa berat sama dipikul, ringan sama dijinjing. Jangan biarkan beratnya dipikul sendiri oleh sekolah.

Comments

Popular posts from this blog

Memanusiakan Manusia Melalui BAZNAS

HIKMAH MAULID